Pengaruh Penggunaan Simpus J-Care Pada Pengiriman Data ke PCare

evaluasi
Sudah setahun lebih, tepatnya sejak 19 Oktober 2015, pengembangan Bridging Simpus Jojok dengan PCare BPJS Kesehatan berjalan dan diimplementasikan di ratusan puskesmas berbagai kota dan kabupaten. SIMPUS dengan bridging PCare ini dikenal sebagai SIMPUS J-Care.
Pada ulang tahun pertama implementasi SIMPUS J-Care ini, kami mendapat “hadiah” dari dr. Krisnandar, Puskesmas Banyuanyar, Surakarta. dr. Kris rupanya mencatat sejumlah data penting terkait pengaruh penggunaan SIMPUS J-Care pada pengiriman data ke PCare. Dari data yang dikumpulkan dr. Kris, kami mendapat beberapa data statistik sebagai berikut:
  • Persentase jumlah entri data kunjungan pasien secara lengkap ke PCare:
    Sebelum bridging: 87,58%
    Sesudah bridging: 95,78%
  • Persentase tingkat penggunaan PCare Nov 2015 (bulan pertama digunakannya SIMPUS bridging PCare) vs Sep 2016 (saat ini):
    Nov 2015: 25,82%
    Sep 2016: 3,99%
  • Persentase terkirimnya data kunjungan pasien JKN ke PCare:
    Nov 2015: 91,10%
    Sep 2016: 98,91%

Review dr. Kris mengenai data statistik yang masuk ke pcare sebelum dan sesudah bridging simpus dengan pcare

Dari data statistik tersebut dapat diperoleh beberapa kesimpulan, yaitu :

  1. Kelengkapan data kunjungan yang diterima BPJS lebih baik.
  2. Mengurangi double entry pada PCare, sebelum bridging entry simpus lanjut entry PCare.
  3. Keterkiriman data kunjungan pasien JKN ke PCare meningkat.
Terimakasih dr. Kris untuk rekap datanya yang detil dan menarik, kami tunggu data statistik dari Puskesmas lain yang juga mungkin juga ikut mengumpulkan data seperti dr. Kris di puskesmasnya masing-masing 🙂